Rabu, 20 Januari 2010

TARI BEDHOYO


Tari Klasik Jawa 1. Bedhoyo Ketawang Menurut Kitab Wedhapradangga (1613-1645) yang menciptakan Tarian in adalah Sultan Agung (Anyakrakusuma) raja terbesar kerajaan Mataram bersama Kanjeng Ratu Kencanasari, (Ratu Roro Kidul) penguasa laut Selatan. Konon ceritanya, sang Raja sedang bersemedi di Laut Kidul, lamat-lamat beliau mendengar alunan gendhing yang tidak tau berasal darimana, selesai bersemedi belaiu masih terngiang alunan gendhing nan indah tersebut lalu diputuskan untuk menari sesuai alunan gendhing yang pernah didengar oleh beliau. Hingga akhirnya tari tersebut disempurnakan hingga sekarang. Tari Bedhaya Ketawang Besar hanya ditarikan 8 tahun sekali (sewindu), atau jika ada upacara besar seperti penobatan raja atau pernikahan anggota kerajaan dan jangan harap kita boleh bertepuk tangan atau bersuara sewaktu menyaksikan tarian ini, karena tarian ini disajikan dengan nuansa mistik yang sangat tinggi. Jumlah penari terdiri dari 9 orang dan sangat dipercaya dan diyakini salah satu dari 9 penari itu adalah penari gaib (Kanjeng ratu Kidul) Untuk arti tarian ini sendiri digambarkan lambang cinta / birahi antara Kanjeng ratu Kidul dan Panembahan Senopati, terdapat gerakan bujuk rayu, cumbuan nan lemah lembut antaran keduanya. Yang paling menarik dalam tarian ini adalah para penarinya harus masih perawan, tidak sedangmenstruasi dan mewajibkan untuk berpuasa / tirakat dengan laku tertentu. Jika ini dilanggar, pagelaran akan gagal dan sang penari yang melanggar akan terkena walat (semacam hukuman atau kurang lebihnya kualat).
2.Tari Bedhoyo Anglir Mendhung
Tarian diciptakan oleh KGPAA MN I atau lebih terkenal dengan sebutan pangeran Sambernyawa, dan tarian ini masih terhitung sakral, namun aura mistisnya tidak sekuat Bedhoyo Ketawang. Tarian ini ditarikan setahun sekali atau ketika ada jumenengan / acara baik itu pertemuan atau hanya kumpul kerabat. Penarinya berjumlah 7 putri yang masih perawan tentunya, dan menggambarkan semangat latihan perang oleh punggawa-punggawa kerajaan. 3. 3.Tari Bedhoyo Semang
Tarian ini diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana I, danmasih termasuk tarian sakral yang menggambarkan hubungan mistis antara keturunan Panembahan Senopati sebagai Raja Mataram dengan Ratu Kencanasari (Kanjeng Ratu Kidul). Penari berjumlah 9 dan harus perawan serat tidak sedang menstruasi.


sumber: R. Subagyo Agama dan kerohanian Indonesia
Keistimewaan Tari Bedhoyo selain sakral dan penuh dengan aura mistis, tarian ini akan menghipnotis penontonnya untuk ikut larut dalam setiap gerakan lembutnya dan ikut membayangkan seolah2 kita ikut menari didalamnya.
Mungkinkah tarian ini akan diklaim oleh Malaysia seperti tari Pendhet sebelumnya?
secara di Negeri Melayu itu juga ada gamelan yg mereka klaim milik kebudayaan mereka pdhl itu kan hadiah dari kerajaan di Tanah Jawa untuk kerajan di tanah melayu.
Batik sudah diakui dunia, dan kita sudah ramai-ramai dan tidak canggung lagi menggunakan batik, bagaimana kalo Tarian-tarian klasik juga dipatenkan, pasti lama-lama akan banyak generasi muda kita yang ikut menarikan tarian klasik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar